Langsung ke konten utama

Review Honda Blade 110R kekurangan kelebihanya


Review Honda Blade 110R serta kekurangan dan kelebihanya –

Fightomotive.com // Haill Brad’s… Kembali lagi ke artikel yang membahas kekurangan dan kelebihan motor yang pernah Mas Jecks miliki nih. Setelah 8 tahun menggunakanya sebagai motor komuter yuk kita simak Review Honda Blade 110R.

Review Honda Blade 110R

Motor ini pertama diluncurkan PT Astra Honda Motor (AHM) pada Desember 2008 dengan desain terbaru yang kontroversial Brad’s. Dengan model keluar dari pakem motor Bebek pada umumnya, dapur pacunya pun mengusung mesin 110cc generasi terbaru dari Honda. Desainnya sangat sporty khas untuk anak muda dengan lampu berada di tebeng yang biasa di sebut lampu Bego. Pada Oktober 2010 mendapat facelift ringan yaitu penambahan Front Fender untuk mendongkrak tampilan agar lebih Sporty. Pada Juli 2011 desain di rombak total menjadi pure Bebek bersayap, lampu pindah ke batok dengan 2 bohlam. Tampil lebih konvensional bagian mesin mendapat penambahan fitur HVIC (Honda Variable Ignition Control) agar mesin lebih efisien. Pada Maret 2014 Honda Blade generasi ke 4 sekaligus terakhir mendapat perubahan menggunakan mesin Honda SupraX 125.

Pada desain tak ada perubahan hanya knalpot dan mesinnya yang otomatis merubah spesifikasi motor ini. Hingga akhir hayatnya Januari 2019 tak ada perubahan berarti kecuali hanya Refreshment pada desain grafis dan stripenya. Honda Blade 125 di stop produksinya bareng SupraX helm in yang pernah saya bahas di artikel =…. Nah sekarang kita lanjut ke Review Honda Blade 110R deh.

Desain & Performa

Ok kita lanjut pada kekurangan dan kelebihan motor ini. Kebetulan Mas Jecks membeli motor ini secara kredit dan bisa di sebut kaum Ribawi. Honda Blade 110R livery Repsol Honda MotoGP tahun 2010 silam ini adalah generasi pertama dan belum tersentuh Refreshment. Motor ini mengusung desain Sporty, ramping dan kompak tanpa sayap seperti motor Bebek kebanyakan. Headlamp dan sein depan menyatu di tebeng semakin memberikan kesan modern dan terlihat dinamis. Buritanya cukup apik sampai bagian belakang berpadu dengan tail light meruncing. Footstep belakang model gantung berpadu manis dengan Knalpot berdesain Sporty. Secara overall motor ini desainnya cukup keren terutama untuk yang berjiwa muda, tapi banyak juga yang ga suka dengan desainnya. Kekurangannya jika di lihat dari belakang keliatan kecil dan kurang kekar. Pegangan baut pada body tengah dan depan ringkih dan gampang patah, apalagi jika sering bongkar pasang.
Ergonomi
Motor ini cukup pas untuk ukuran rata rata orang Indonesia brad’s, posisi badan cukup ideal dan ga cepet pegal. Stang sedikit menekuk cukup nyaman dalam menguasai kendali motor maupun selap selip. Karakternya ringan dan lincah untuk bermanuver serta anteng untuk kecepatan maksimal. Hanya Shockbreaker belakang dan jok terlalu keras membuat bokong cepat panas dan kurang nyaman.

Review Honda Blade 110R

Mengusung mesin generasi terbaru 110cc performanya cukup baik di kelasnya. Dibekali RRA (Roller Rocker Arm) yang minim friksi suaranya cukup halus dan tariknya terasa enteng. Konsumsi BBM sedikit agak boros untuk motor Honda apalagi di pakai berboncengan. Top speed sangat kurang apalagi ketemu trek lurus/jalur luar kota. Karena efek Bore lebih pendek dari Stroke namun motor ini jago di tanjakan lho. Pengalaman selama memakai motor ini selama 8 tahun cukup memberi kesan tersendiri brad’s. Motor saya gunakan sebagai Commuter dengan jarak tempuh 80-150km/hari dan mudik ke Gunungkidul 4x.

Sejarah Honda Tiger 2000, Tiger Revo dan Tiger Picek

Cara mengganti Plat Nomor Grab, monggo disimak

Sejarah Suzuki Titan 115 generasi Smash ke 3

Kesan kekurangan dan kelebihanya

Yaps sepanjang tahun 2010-2018 bareng Honda Blade banyak kesan yang di tinggalkan. Motor ini memiliki kualitas mesin yang jempolan dan ga pernah rewel. Padahal perawatan hanya rutin ganti olie, service 3 bulan sekali serta penenggak Premiun akut. Sparepart pun belum ada yang ganti kecuali Ban, Gearset, kanvas rem, Shock breaker belakang dan Bohlam lampu. Aki hanya ganti 2 kali saja di tahun 2016 karna bawaanya terbilang awet. Turun mesin ringan pada tahun 2016 ganti kanvas Kopling, sekir klep dan bersihin piston, ternyata keraknya sudah cukup tebal. Dan yang ane suka suara knalpotnya yang ngebas dan garing saat di tarik gas alias bleyer bleyer. Sampai saat ini masih belum move on, malah pengen miara lagi yang gen 1nya brad’s. Yaps Honda Blade 110R memang tangguh dan ga pernah rewel nih… Nah besuk kita ketemu lagi dah di artikel Mudik bareng motor ini. Barangkali ada yang masih pake motor ini…? Semoga bermanfaat…
Salam Cah Nggunung…
By JeckminatoR☠

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suzuki Shogun Kebo 110 Motorku yang ke 2

Fightomotive.com  // Haill Brad’s… Mau sharing review sekaligus Sejarah Suzuki Shogun Kebo generasi pertama yang pernah menjadi tunggangan saya. Sekaligus sebagai Motor kedua dari hasil keringat sendiri nih setelah membeli motor pertama yaitu Honda Astrea Grand. Sejarah Suzuki Shogun Kebo Yaps jadi ceritanya setelah habis kontrak di  PT Indomobil Suzuki International  tambun, Mas Jecks lumayan lama nganggur nih. Dan si Astea Grand dipake abang saya, lanjut di bayarin gitu dah. Akhirnya dapet kerjaan lagi di Sub nya Suzuki kali ini lokasinya didalem PT Suzuki Plant Cakung tepatnya Penggilingan. Dan saat itu harus naik Koasi dan Metromini buat berangkat dan pulang kerja, jenuh dah banyak waktu kebuang dijalanan. Karena gaji dan lemburan lumayan 3 bulan berselang alhamdullilah kekumpul dana buat beli motor Brad’s. Suzuki Shogun 110 Kebo Tromol beredar tahun 1995 – 1997 Sengaja membeli motor Second karena males ngangsur hehehe, dan saat itu harga motor...

Bundelan Hill Gunungkidul, asyiknya nongkrong di Platar Watu Mas Gandul

Bundelan Hill Gunungkidul, asyiknya nongkrong di Platar Watu Mas Gandul – Fightomotive-Blog  // Haill Brad’s… kali ini Mas Jeck mau share tempat makan, nongkrong yang asyik dari Ngawen Wilayah Semin. Dengan basic perbukitan yang khas, berikut ini Bundelan Hill Gunungkidul. Bundelan Hill Gunungkidul Bundelan Hills Ngawen  merupakan puncak tertinggi sebelah utara Gunungkidul yang berbatasan dengan Wilayah Klaten brad’s. Seperti jalur pegunungan pada umumnya rute menuju Bundelan Hills di dominasi tanjakan dan turunan curam dengan liku-liku yang tajam. Bundellan Hills yang masuk dalam kecamatan Ngawen Gunungkidul bisa di jangkau dengan 2 arah yakni dari utara/klaten. Dengan melalui cawas/RSI mengikuti jalur menuju Semin Yogyakarta. Sedangkan dari arah sebaliknya bisa ambil rute Ngawen Cawas Klaten. Karena letaknya di dataran tinggi Bundelan Hills tempatnya sangat nyaman. Kita bisa leluasa menikmati keindahan kota Solo dan Klaten dengan buaian semilir angin segar khas p...

Honda Astrea Grand motor pertamaku, bahagianya saat Topgear menyala

Fightomotive.com // Haill Brad’s… Sekadar bernostalgia tentang Honda Astrea Grand motor pertamaku lansiran tahun 1995. Iseng nulis karena tiba-tiba ada postingan tentang motor ini dengan striping yang sama. Pertama kali punya motor Astrea Grand Jadi ceritanya beberapa waktu lalu ada postingan di FB yang menjual motor Astrea Grand dengan kondisi masih mulus dan low KM. Stripingnya berwarna ungu terong persis yang pernah saya miliki, sayang nama akun FB yang saya Screenshoot malah kehapus. Jadi nyertain sumber gambar malah kurang lengkap nih, maaf ya buat pemilik gambar tersebut saya pinjam hehehe. Yaps sekitar tahun 2001an silam motor merupakan barang mahal dan ga semua orang mampu beli Brad’s. Termasuk Mas Jecks nih karena Ortu yang pas-pasan akhirnya harus kerja dulu selepas lulus STM buat ngumpulin duit. Astrea Grand pic by FB Alhamdullilah bisa bekerja di PT Indomobil Suzuki International yang gaji dan lemburanya lumayan banget saat itu. Bekerja di bagian Welding Muffler Suzuki Sat...