Langsung ke konten utama

PO Timbul Jaya kenangan Bus Wonogiri saat Arus Balik ke Jakarta


PO Timbul Jaya kenangan Bus Wonogiri saat Arus Balik ke Jakarta –

Fightomotive.com // Haill Busmaniac… Artikel kenangan tentang Armada Bus PO Timbul Jaya saat melakukan perjalanan Arus Balik Lebaran menuju Jakarta sekitar era 90an. Dimana saat itu tiket disemua agen ludes terjual dan menyisakan Bus cadangan yang belum bisa diprediksi waktu kedatanganya.

PO Bus Timbul Jaya Livery warna Biru

PO Timbul Jaya

Sedikit Flashback tentang Bus Timbul Jaya Brad’s, merupakan salah satu perusahaan Otobus tertua yang merintis jasa Transportasi di Kota Wonogiri. Mungkin sekitar tahun 70an akhir atau era 80an, Timbul Jaya telah ngeline Wonogiri Jakarta bahkan Sumatera dalam melayani para Perantau. Baik dari sekitaran Kota Gaplek khususnya dan perantau Jawa Tengah pada umumnya, Ownernya Bp Danar Rahmanto. Sebagai tambahan Pak Danar Rahmanto ini juga pernah menjabat sebagai Bupati Wonogiri dengan masa bakti periode 2010-2015.

PO Timbul Jaya

Bus Timbul Jaya Jadul mesin depan

Agen Bus Pasar Manyaran

Sebagai Bus Pribumi Timbul Jaya pernah membuka Agen di area Terminal atau Pasar Manyaran Wonogiri, tepatnya disisi Utara jalan Raya. Seingat saya pernah diisi Agen Bus PO Dwi karya, Joko Muda, Tunggal Dara, Tunggal Daya, Garuda, Tatas dan beberapa lainya. Ceritanya sekitar tahun 95an habis lebaran saya bareng simbah nganter kakak balik kejakarta karena keburu kembali masuk Sekolah disana. Saat itu semua Bus di agen manyaran udah habis terjual, karena minimnya akses transportasi dan komunikasi membuat kita kesulitan. Harapan datang di agen Timbul Jaya yang menyiapkan Bus Cadangan Patas AC jok 3-2, akhirnya pesan 3 tempat duduk 1-baris.

Bus Timbul Jaya dengan warna khas Hijau Muda

Saat itu Timbul Jaya melewati Jalur Selatan yang kurang saya sukai, karena jalananya sempit berkelok dan banyak melewati rute pegunungan. Sehingga waktu tempuh lebih lama dan melelahkan, dan minim atraksi Karapan Bus seperti di jalur Pantura yang memacu adrenalin. Alhamdullilah dapet Armada Mercy Body Jetliner warna Hijau Muda khas dengan Tulisan Patas AC & Jawa Bali Tour dikaca depan.

Sejarah Yamaha Alfa IIR motor 2 tak Power Scoop

Nostalgia PO Terang Jaya, sang Sapu jagat Wonogiri

Sejarah Suzuki Arashi 125, Bebek produk gagal

PO Timbul Jaya

Ilustrasi Bus Timbul Jaya AC Kamdang Doro by Aris Jangkrik

Mengalami kecelakaan dan kemacetan parah Jalur Selatan

Masuk kedalam bus kondisinya cukup memuaskan pada tahun segitu, bersih full musik dan Video yang masih langka pada zamanya. Bus mulai merayap dengan kenyamananya menyusuri rute Manyaran Kelir Semin Piyungan Pinggir Jogja Kulon Progo dan Sampai Purworejo mengalami insiden. Bus keluar jalur kanan ditikungan kekiri menghantam Carry yang sarat penumpang sehingga salto dan terlempar ke kebon warga sedalam 3 meter. Syukur tak ada korban jiwa, hanya Bumper dan lampu kanan Bus hancur, kondisi menjelang Magrib lalu dilakukan mediasi. Salah satu Crew Bus ditinggal dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Pool terdekat untuk mengganti Armada cadangan.

PO Bus Timbul Jaya di Terminal

Setelah berganti Armada Bus kembali menyusuri kepadatan jalur selatan yang sempit dan bergelombang kemudian Stag di Kebumen. Sopir memutuskan lewat Bumiayu Pejagan untuk bergabung dengan Jalur Pantura, karena macet parah akhirnya semalaman kita berada di Jalur Selatan. Sekitar jam 7 pagi akhirnya tembus Pantura disambut dengan kemacetan luar biasa, kemudian Rest di Sukamandi sekitar jam 12 siang. Lanjut Jomin, Tol Cikampek, exit Cakung dan saya turun di Sumur Bor sekitar jam 4 Sore lanjut nyambung Metromini T42. Alhamdullilah akhirnya finish juga di Pondok Kopi dengan selamat, perjalanan yang menguras tenaga dan baru kali ini saya tidak menikmatinya. Bukan karena Bus tapi kondisi selama perjalanan lewat jalur Selatan yang bukan favorit saya hehehe…

PO Timbul Jaya

Tampil Mewah Timbul Jaya saat itu di Terminal

Yaps… Itulah tadi pengalaman Naik Bus PO Timbul Jaya dengan Armada cukup josss dibalik Balutan Body Jetliner besutan Karoseri Rahayu Santoso… Tapi sudah cukup lama Timbul Jaya cabut dari Agen Manyaran, entahlah tepatnya kapan, sekarangpun memang cukup jarang lagi bertemu di jalanan.

Salam Fight and Ride…
By Mas Jeck ☠️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suzuki Shogun Kebo 110 Motorku yang ke 2

Fightomotive.com  // Haill Brad’s… Mau sharing review sekaligus Sejarah Suzuki Shogun Kebo generasi pertama yang pernah menjadi tunggangan saya. Sekaligus sebagai Motor kedua dari hasil keringat sendiri nih setelah membeli motor pertama yaitu Honda Astrea Grand. Sejarah Suzuki Shogun Kebo Yaps jadi ceritanya setelah habis kontrak di  PT Indomobil Suzuki International  tambun, Mas Jecks lumayan lama nganggur nih. Dan si Astea Grand dipake abang saya, lanjut di bayarin gitu dah. Akhirnya dapet kerjaan lagi di Sub nya Suzuki kali ini lokasinya didalem PT Suzuki Plant Cakung tepatnya Penggilingan. Dan saat itu harus naik Koasi dan Metromini buat berangkat dan pulang kerja, jenuh dah banyak waktu kebuang dijalanan. Karena gaji dan lemburan lumayan 3 bulan berselang alhamdullilah kekumpul dana buat beli motor Brad’s. Suzuki Shogun 110 Kebo Tromol beredar tahun 1995 – 1997 Sengaja membeli motor Second karena males ngangsur hehehe, dan saat itu harga motor...

Bundelan Hill Gunungkidul, asyiknya nongkrong di Platar Watu Mas Gandul

Bundelan Hill Gunungkidul, asyiknya nongkrong di Platar Watu Mas Gandul – Fightomotive-Blog  // Haill Brad’s… kali ini Mas Jeck mau share tempat makan, nongkrong yang asyik dari Ngawen Wilayah Semin. Dengan basic perbukitan yang khas, berikut ini Bundelan Hill Gunungkidul. Bundelan Hill Gunungkidul Bundelan Hills Ngawen  merupakan puncak tertinggi sebelah utara Gunungkidul yang berbatasan dengan Wilayah Klaten brad’s. Seperti jalur pegunungan pada umumnya rute menuju Bundelan Hills di dominasi tanjakan dan turunan curam dengan liku-liku yang tajam. Bundellan Hills yang masuk dalam kecamatan Ngawen Gunungkidul bisa di jangkau dengan 2 arah yakni dari utara/klaten. Dengan melalui cawas/RSI mengikuti jalur menuju Semin Yogyakarta. Sedangkan dari arah sebaliknya bisa ambil rute Ngawen Cawas Klaten. Karena letaknya di dataran tinggi Bundelan Hills tempatnya sangat nyaman. Kita bisa leluasa menikmati keindahan kota Solo dan Klaten dengan buaian semilir angin segar khas p...

Honda Astrea Grand motor pertamaku, bahagianya saat Topgear menyala

Fightomotive.com // Haill Brad’s… Sekadar bernostalgia tentang Honda Astrea Grand motor pertamaku lansiran tahun 1995. Iseng nulis karena tiba-tiba ada postingan tentang motor ini dengan striping yang sama. Pertama kali punya motor Astrea Grand Jadi ceritanya beberapa waktu lalu ada postingan di FB yang menjual motor Astrea Grand dengan kondisi masih mulus dan low KM. Stripingnya berwarna ungu terong persis yang pernah saya miliki, sayang nama akun FB yang saya Screenshoot malah kehapus. Jadi nyertain sumber gambar malah kurang lengkap nih, maaf ya buat pemilik gambar tersebut saya pinjam hehehe. Yaps sekitar tahun 2001an silam motor merupakan barang mahal dan ga semua orang mampu beli Brad’s. Termasuk Mas Jecks nih karena Ortu yang pas-pasan akhirnya harus kerja dulu selepas lulus STM buat ngumpulin duit. Astrea Grand pic by FB Alhamdullilah bisa bekerja di PT Indomobil Suzuki International yang gaji dan lemburanya lumayan banget saat itu. Bekerja di bagian Welding Muffler Suzuki Sat...