Langsung ke konten utama

Trip bareng Sedya Mulya Maeswa angkatan Pagi


Trip bareng Sedya Mulya Maeswa angkatan Pagi –

Fightomotive.com // Haill Busmaniac… Kebetulan habis 17 Agustus saya ada libur kerja dan kembali masuk pada hari Senin, jadi ada kesempatan Mudik singkat. Dan kali ini saya kembali memilih Trip bareng Sedya Mulya angkatan pagi dari Sumberarta dan dapat Armada berjuluk Maeswa.

Trip bareng Sedya Mulya

PO Sedya Mulya keberangkatan pagi agen Sumber Arta

Trip bareng Sedya Mulya

Yaps… Entah untuk yang keberapa kalinya saya memilih naik Bus PO Sedya Mulya, si Orange dari Wonogiri yang Legendaris. Selain karena kenyamanan dan pelayanan yang cukup baik saya merasa Sedya Mulya dan Crew itu sudah seperti kawan sendiri. Dan cocok untuk mengejar waktu Karena diantar sampe tujuan walau hanya sendirian, seperti saya tujuan Manyaran. Dan saat kembali ke Jakarta pun titik penurunya juga ga jauh dari rumah yaitu Pasar Sumber Arta, njemputnya juga gampang.

Persiapan Tidur melawan dinginya AC dalam Bis

Harga tiket PO Sedya Mulya RP 210.000 untuk angkatan pagi, sama dengan angkatan Siang dan Malam Brad’s. Tanggal 17 Sore saya pesen tiket ternyata dah lumayan penuh, kebagian Seat nomor 32 samping Toilet yois ga popo. Tanggal 18 jam 6:30 saya sudah Standby di Agen Sumber Arta, sambil ngopi biar sekalian mules langsung setor hehehe.

Perjalanan di Tol Transjawa

Sekitar pukul 07:00 Sedya Mulya Maeswa memasuki area agen disusul Sedya Mulya Lestari yang memindahkan penumpangnya karena akan Perpal. Setelah jam 7 lewat Bus mulai meninggalkan agen dan bergabung ke jalan Tol Jakarta Cikampek menuju ketimur. Karena badan masih seger saya menuju kedepan dan duduk di tangga samping Pilot dan Crew untuk menikmati perjalanan. Selain itu juga ambil benerapa Video dan Foto untuk dokumentasi sekalian iseng buat Konten Trip Report di Youtube, nih Videonya Brad’s :

https://youtube.com/watch?v=E0Hn-nUa464%3Ffeature%3Doembed

Perjalanan tersendat macet di Tol Cikarang dan kembali lancar, lanjut Bus akan mengambil penumpang di Cikampek dan Subang. Saya kembali ke Jok belakang lalu tidur dan terbangun di Rest Area Restoran Taman Sari Tol Cipali Brad’s. Setelah mengambil menu makan dan menikmatinya sampai selesai, Bus bersiap melanjutkan perjalanan kembali.

Trip bareng Sedya Mulya

Istirahat di Restoran Taman Sari Rest Area Tol Cipali

Ngobrol dengan Pilot Maeswa

Setelah penumpang semua naik kedalam Bus, saya masih bertahan diluar dan ternyata Crew melihat gelagat saya nih. Akhirnya dengan ramah mempersilakan saya untuk duduk didepan menemani Pak Sopir… Yesss kesampean juga akhirnya. Dan Drivernya cukup ramah dan aktiv ketika diajak ngobrol ngalor ngidul tentang Bus, sampe saya lupa tanya namanya. Perjalanan Siang di Cipali cukup santai sambil sesekali saling Overtake dengan Armada lain angkatan pagi dan Bus Double Decker. Putera Mulya, Rosalia Indah dan Murni Jaya ketiga Bus Double Decker ini yang saling beriringan sepanjang perjalanan. Sedangkan untuk Regulernya ada Harapan Jaya, Haryanto, Agra Mas dan banyak lagi Bus angkatan pagi menuju ketimur Brad’s.

Warna Honda Beat Street 2021 dan harganya

Sejarah Yamaha Vega generasi awal sampai sekarang

Sejarah Suzuki Shooter 115FI, penerus Titan

Trip bareng Sedya Mulya

Bus Sedya Mulya Maeswa Mendarat Di Pool Wonogiri sore hari dengan selamat

Finish di Wonogiri

Setelah Bus memasuki Ungaran rasa kantuk menyerang dan saya kembali ke Jok belakang untuk tidur sebentar. Terbangun sudah di Solo, kemudian Bus menyusuri Sukoharjo, Terminal Krisak dan sampailah di Pool Wonokarto Wonogiri sekitar pukul 17:00. Akhirnya salaman sama Pak Sopir dan perjalanan saya lanjutkan dengan Minubus menuju Manyaran yang telah disediakan untuk lansir. Ya… Itulah pengalaman dengan Bus Sedya Mulya Maeswa angkatan pagi dari Jakarta menuju Wonogiri yang cukup aman dan nyaman…

Diantar Minibus Grandmax menuju Manyaran lewat Jalur Alternatif

Semoga bermanfaat…
Salam Fight and Ride…
By Mas Jeck

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suzuki Shogun Kebo 110 Motorku yang ke 2

Fightomotive.com  // Haill Brad’s… Mau sharing review sekaligus Sejarah Suzuki Shogun Kebo generasi pertama yang pernah menjadi tunggangan saya. Sekaligus sebagai Motor kedua dari hasil keringat sendiri nih setelah membeli motor pertama yaitu Honda Astrea Grand. Sejarah Suzuki Shogun Kebo Yaps jadi ceritanya setelah habis kontrak di  PT Indomobil Suzuki International  tambun, Mas Jecks lumayan lama nganggur nih. Dan si Astea Grand dipake abang saya, lanjut di bayarin gitu dah. Akhirnya dapet kerjaan lagi di Sub nya Suzuki kali ini lokasinya didalem PT Suzuki Plant Cakung tepatnya Penggilingan. Dan saat itu harus naik Koasi dan Metromini buat berangkat dan pulang kerja, jenuh dah banyak waktu kebuang dijalanan. Karena gaji dan lemburan lumayan 3 bulan berselang alhamdullilah kekumpul dana buat beli motor Brad’s. Suzuki Shogun 110 Kebo Tromol beredar tahun 1995 – 1997 Sengaja membeli motor Second karena males ngangsur hehehe, dan saat itu harga motor...

Bundelan Hill Gunungkidul, asyiknya nongkrong di Platar Watu Mas Gandul

Bundelan Hill Gunungkidul, asyiknya nongkrong di Platar Watu Mas Gandul – Fightomotive-Blog  // Haill Brad’s… kali ini Mas Jeck mau share tempat makan, nongkrong yang asyik dari Ngawen Wilayah Semin. Dengan basic perbukitan yang khas, berikut ini Bundelan Hill Gunungkidul. Bundelan Hill Gunungkidul Bundelan Hills Ngawen  merupakan puncak tertinggi sebelah utara Gunungkidul yang berbatasan dengan Wilayah Klaten brad’s. Seperti jalur pegunungan pada umumnya rute menuju Bundelan Hills di dominasi tanjakan dan turunan curam dengan liku-liku yang tajam. Bundellan Hills yang masuk dalam kecamatan Ngawen Gunungkidul bisa di jangkau dengan 2 arah yakni dari utara/klaten. Dengan melalui cawas/RSI mengikuti jalur menuju Semin Yogyakarta. Sedangkan dari arah sebaliknya bisa ambil rute Ngawen Cawas Klaten. Karena letaknya di dataran tinggi Bundelan Hills tempatnya sangat nyaman. Kita bisa leluasa menikmati keindahan kota Solo dan Klaten dengan buaian semilir angin segar khas p...

Honda Astrea Grand motor pertamaku, bahagianya saat Topgear menyala

Fightomotive.com // Haill Brad’s… Sekadar bernostalgia tentang Honda Astrea Grand motor pertamaku lansiran tahun 1995. Iseng nulis karena tiba-tiba ada postingan tentang motor ini dengan striping yang sama. Pertama kali punya motor Astrea Grand Jadi ceritanya beberapa waktu lalu ada postingan di FB yang menjual motor Astrea Grand dengan kondisi masih mulus dan low KM. Stripingnya berwarna ungu terong persis yang pernah saya miliki, sayang nama akun FB yang saya Screenshoot malah kehapus. Jadi nyertain sumber gambar malah kurang lengkap nih, maaf ya buat pemilik gambar tersebut saya pinjam hehehe. Yaps sekitar tahun 2001an silam motor merupakan barang mahal dan ga semua orang mampu beli Brad’s. Termasuk Mas Jecks nih karena Ortu yang pas-pasan akhirnya harus kerja dulu selepas lulus STM buat ngumpulin duit. Astrea Grand pic by FB Alhamdullilah bisa bekerja di PT Indomobil Suzuki International yang gaji dan lemburanya lumayan banget saat itu. Bekerja di bagian Welding Muffler Suzuki Sat...